Sebagai seorang Ayah yang mencintai anaknya yang akan diwisuda dinegara lain, adalah sebuah tugas yang membanggakan  untuk hadir dalam acara wisuda itu, tentu bersama sang Istri Tercinta, Ibu dari anaknya yang akan diwisuda. Meluncur ke Negara Singapura dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan  nomor penerbangan GA 832, duduknya bersama dengan penumpang lainnya dari orang kebanyakan di kelas Ekonomi, di 44A dan 44B. tempat duduk ini biasanya berada di posisi belakang, tempat bagi para traveler yang duitnya ngirit, alias berhemat, yang penting bisa terbang dan bisa mengunjungi sanak saudaranya atau kepentingan lainnya.

Pak Jokowi dalam tempat duduk itu, terlihat dimedia bersama dengan penumpang lainnya, tanpa basa basi, dan tanpa melakukan bloking tempat duduk 3 seat. Duduk sebagaimana penumpang lainnya. Sedangkan di terminal 3, menurut media yang saya baca dan saya lihat, bersedia menerima ajakan calon penumpang untuk berfoto bersama. Ah… ini sungguh luar biasa, bersahaja.

Pak Jokowi adalah seorang Presiden yang di pilih oleh rakyat secara langsung, sebagai penguasa tertinggi di Indonesa yang besar ini, dimana euforia kekuasaan masih melekat pada sanubari pejabat, yang selalu ingin disanjung, dilayani, bahkan bisa meminta apapun yang dia inginkan, tapi Pak Jokowi sama sekali tidak lakukan itu. Sebenarnya beliau bisa melakukan apapun untuk mendapatkan tiket ke Singapura itu, di kelas bisnis, yang kursinya hanya 2 berderet, duduk nyaman beersama istri tercinta,  penyajian makanannya cukup istimewa, ada majalah dan Koran, tempat duduknya empuk, ada pebatas antara kelas bisnis dengan kelas ekonomi,  atau melakukan pembelian tiga tempat duduk sekaligus supaya orang lain tidak bersama beliau, atau tidak usah capek capek beliau cukup menggunakan pesawat Kepresidenan dengan segala perangkatnya. Ah….sekali lagi sungguh sungguh luar biasa.

Perilaku ini bakal menjadi inspirasi bagi pejabat lain, yang melakukan perjalanan dengan pesawat atau menggunakan transportasi lainnya. Yang biasanya dengan syarat protokoler yang luar biasa, pengamanan yang ketat, seakan Republik Indonesia ini penuh dengan dengan para kriminalis yang akan menyerang sang pejabat. Harus dengan pelayanan maksimal, kalau tidak mendapatkan itu, petugas protokoler dimaki dan dicaci, kemudian seterusnya petugas menekan pemilik jasa transportasi agar bisa menyediakan tempat duduk yang memberikan pelayanan maksimal bagi pejabar. Oh….sungguh ironis ini.

Malu…malu….malu sekali, rakyat akan menyorot perilaku pejabat yang haus kekuasaan seperti ini, sementara dibeberapa tempat banyak rakyat yang susah untuk menikmati transportasi yang nyaman dan murah, harus berdesakan. Ibu hamil dan penumpang yang renta tetap berdiri, yang diacuhi oleh penumpang yang badanya sehat, jalanan macet, banyak copet.  Sementara disisi lain banyak pejabat yang memanfaatkan jabatannya menikmati fasilitas jabatanya dengan cara yang berlebihan, dijalan macet membunyikan sirine tanpa alasan yang sah, ditol melewati bahu jalan,  bahkan menggunakan anggaran Negara dengan cara apapun, atau menggunakan uang rakyat dengan cara apapun. Kemudian kelakukan pejabat ini, ditiru oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, ditol lewat bahu jalan, tidak mau antri, dll.

Sebenarnya banyak sekali pejabat yang tidak gila hormat di republik ini, hidup sederhana, bersahaja, namun pejabat sepeti ini tidak diperhatikan oleh publik, bahkan oleh orang orang yang ada disekitarnya dianggap aneh.

Dengan kehadiran sosok Jokowi yang notabene beliau adalah orang nomor satu di Indonesia, dan berhasil memberi contoh bagaimana hidup yang benar, segala hal yang tidak penting dikurangi karena boros,  tidak ada kemewahan lagi, maka cara pandang mulai bergeser, kemapanan ternyata bukan segala galanya.  Hidup ini haruslah bisa memberikan manfaat kepada orang lain secara alami, jujur, tidak ada dusta diantara kita.

Seperti hidup P Jokowi, keberadaan beliau benar benar memberikan inspirasi kepada kita semua, bidang politik, ekonomi, sosial budaya bahkan pertahanan keamanan nasional. Sekali lagi saya salut kepada P Joko Widodo.

 

Jakarta, Medio November 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s